
Cahaya yang diproduksi oleh lampu terapi cahaya mensimulasikan spektrum sinar matahari, terutama cahaya biru dan putih. Cahaya ini dapat mempengaruhi jam biologis internal tubuh dan neurotransmiter, sehingga mengatur suasana hati dan tidur. Cahaya memasuki otak melalui retina dan merangsang kelenjar pineal untuk melepaskan melatonin, yang mengatur siklus tidur dan keadaan suasana hati.
Efek terapeutik lampu fototerapi pada SAD:
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lampu terapi cahaya memiliki efek signifikan pada menghilangkan gejala SAD. Secara umum, perawatan terapi cahaya yang digunakan selama 30 menit hingga satu jam per hari dapat meningkatkan suasana hati, tidur, dan tingkat energi pasien. Efek terapeutik dari lampu terapi cahaya biasanya mulai ditunjukkan dalam waktu seminggu perawatan, tetapi beberapa pasien mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk merasakan perbaikan yang nyata.
Cara menerapkan lampu fototerapi:
Waktu: Waktu terbaik untuk menggunakannya adalah beberapa jam pertama setelah bangun di pagi hari, karena efek lampu terapi cahaya saat ini dapat mensimulasikan sinar matahari alami, mengatur jam biologis dan meningkatkan kewaspadaan.
Jarak: Pengguna harus duduk 12 hingga 18 inci dari lampu terapi cahaya dan menjaga level mata mereka dengan sumber cahaya untuk memastikan mereka menerima cahaya yang cukup.
Frekuensi: Umumnya disarankan untuk menggunakan lampu terapi cahaya selama 30 menit hingga 1 jam per hari selama beberapa minggu sepanjang musim.
Hal -hal yang perlu diperhatikan tentang lampu fototerapi:
Hindari menatap langsung pada sumber cahaya selama digunakan untuk menghindari efek samping pada mata Anda.
Lampu terapi cahaya tidak boleh menggantikan aktivitas luar ruangan yang normal, tetapi harus digunakan sebagai suplemen untuk kehidupan sehari -hari.
Orang dengan penyakit mata atau kondisi kesehatan tertentu harus mencari nasihat medis sebelum menggunakan lampu terapi cahaya.
